Feed on
Posts
Comments

Mendengar World Space Week, atau yang bisa diterjemahkan menjadi Pekan Antariksa Dunia, tentunya membawa pikiran kita bahwa peristiwa ini adalah peristiwa yang diperingati di seluruh dunia. Tetapi berbeda dengan peringatan-peringatan lainnya, Space Week adalah peristiwa yang diperingati selama seminggu, yaitu dari tanggal 4 hingga 10 Oktober. Lalu apa sebenarnya Space Week itu dan kenapa dipilih tanggal-tanggal itu?

Continue Reading »

Di bulan Agustus ini, tampaknya Mars masih menyita perhatian masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dari banyaknya orang yang memperoleh berita bohong tersebut. Artikel saya pun menjadi artikel yang paling banyak dibaca dalam weblog ini. Padahal di bulan ini masih ada satu lagi peristiwa astronomi yang sebenarnya sangat menarik. Jadi, mari kita sekarang alihkan perhatian dari Mars yang sebesar bulan purnama yang tidak akan pernah terjadi.

Pada hari Selasa tanggal 28 Agustus 2007 nanti akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT), yang kebetulan dapat diamati langsung di Indonesia. Proses gerhana tersebut berakhir pukul 13.20 UT (Universal Time = GMT, berbeda 7 jam dengan WIB) atau 20.20 WIB. Padahal di wilayah Indonesia bagian barat bulan baru terbit sekitar pukul 17.30 WIB, yang berarti peristiwa gerhana ini hanya dapat diamati kurang dari 3 jam saja. Proses gerhana itu sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak pukul 07.53 UT (pukul 14.53 WIB). Untuk ulasan lengkap mengenai GBT ini, silakan lihat halaman ini, sedangkan gambar dari NASA ini memberikan ringkasannya.
Continue Reading »

Pada tanggal 16 Juli 2007 pukul 16.27 WIB, matahari akan berada tepat di atas Ka’bah. Peristiwa ini dapat dimanfaatkan untuk mengoreksi arah kiblat, karena bayangan yang dibentuk oleh benda yang berdiri tegak lurus dengan bumi pada waktu tersebut akan menunjukkan arah Ka’bah.

Caranya, tegakkan sebuah tongkat yang cukup panjang dan letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari di sore hari. Pada waktu yang disebutkan di atas, tandai garis yang dibentuk oleh bayangan tongkat. Arah kiblat adalah arah yang dituju dari bayangan tongkat bagian ujung ke bayangan bagian pangkal. Continue Reading »

Apakah Anda pernah menerima email/kabar seperti berikut ini?

Two moons on 27 August, 2007

27th Aug the Whole World is waiting for……… ….

Planet Mars will be the brightest in the night sky starting August.

It will look as large as the full moon to the naked eye. This will cultivate on Aug. 27, 2007, when Mars comes within 34.65M miles of earth. Be sure to watch the sky on Aug. 27, 2007 at 12:30 am. It will look like the earth has 2 moons. The next time Mars may come this close is in 2287.

Share this with your friends as NO ONE ALIVE TODAY will ever see it again.

//
Dua buah bulan pada 27 Agustus 2007. Planet Mars akan menjadi objek yang paling terang di langit mulai bulan Agustus. Planet ini jika dilihat dengan mata telanjang akan terlihat sebesar Bulan Purnama. … .

Hal ini akan menyebabkan Bumi seperti memiliki dua buah bulan. Waktu berikutnya untuk untuk peristiwa ini terjadi lagi adalah tahun 2287. Sebarkan pada teman-teman karena TIDAK ADA YANG DAPAT MELIHATNYA SEBANYAK DUA KALI DALAM HIDUPNYA.
//

Tampaknya berita itu sangat heboh. Tetapi sebenarnya berita ini bohong, karena ada sebuah kesalahan FATAL di sini. Continue Reading »

Galaksi adalah bentuk pengelompokan bintang terbesar di alam semesta. Namun keberadaan bintang-bintang sebagai penyusun sebuah galaksi tidak diketahui sampai tahun 1920an. Sebelumnya, galaksi yang diamati menyerupai awan itu disebut nebulae, karena pengamatan pada saat itu tidak dapat memberikan resolusi yang cukup untuk memisahkan bintang-bintang penyusun galaksi. Dengan adanya kemajuan teknologi teleskop dan fotografi, bintang-bintang dalam sebuah galaksi mulai dapat diamati.Salah seorang pengamat galaksi adalah Hubble, yang dapat mengidentifikasi bintang-bintang variabel yang terdapat di galaksi Andromeda (M31).

Bintang-bintang tersebut ternyata bersifat sama dengan Cepheid yang ditemukan dalam galaksi Bima Sakti. Kemudian dari hubungan periode - luminositas, Hubble mendapatkan bahwa jarak Andromeda dari Bima Sakti adalah tidak kurang dari 300 kpc, yang berarti bahwa Andromeda berada di luar Galaksi Bima Sakti yang berukuran 50 kpc. Hal ini menjadi penting karena sebelumnya semua nebulae diperkirakan sebagai bagian dari Bima Sakti. Sekarang telah diketahui bahwa jarak Andromeda adalah sekitar 800 kpc. Continue Reading »

Semarang, Kamis 21 Juni 2007, pukul 18.30. Langit senja ini memberikan pemandangan yang menarik. Tiga objek tata surya yaitu Bulan (yang berumur 6.4 hari) dan Saturnus, yang ada di rasi Leo, serta Venus di rasi Cancer, berada berdekatan di sebelah barat. Kalau ingin diabadikan, harus buru-buru karena Venus tenggelam pukul 20.43. Di antara Saturnus dan Bulan terdapat sebuah bintang terang Regulus (alfa Leonis). Di sebelah selatan mereka terdapat dua bintang terang, Sirius (alfa Canis Majoris) dan Canopus (alfa Carinae) yang sudah tidak bisa diamati lagi karena hampir tenggelam. Continue Reading »

Sekali lagi percobaan sudah saya lakukan. Kali ini, dari arah barat benar [bukan arah barat kompas] saya hitung berapa besar sudut ke arah kiblat, yang ditentukan dari bayangan matahari pada hari Senin tanggal 28 Mei 2007 sekitar pukul 16.18 WIB.

Dengan metode sederhana, dan masih memerlukan koreksi yang lebih banyak agar hasilnya lebih akurat, saya peroleh bahwa arah kiblat itu berjarak 10 derajat dari barat ke arah utara.

Padahal kalau dilihat dari http://www.qiblalocator.com/ , arah kiblat di Semarang itu sekitar 30 derajat ke utara dari arah barat .

Dengan begini, tanggal 16 Juli jam 4.27 sore percobaan itu akan saya lakukan lagi. Semoga saja saya bisa melakukannya dengan ketelitian yang lebih baik.

Jika kita melihat sebuah komet di langit, bagaimana cara kita memberitahu teman kita di tempat lain untuk melihat komet yang sama? Jika kita ingin pergi ke rumah teman, pasti kita tanyakan alamatnya bukan? Begitu juga dengan komet di langit, beserta bintang-bintang, galaksi dan bermacam objek lainnya, mereka semua memiliki “alamat” tertentu yang tidak mungkin kembar satu sama lain. Alamat yang dimaksud di sini adalah koordinat. Ya, semua benda langit bisa kita cari asalkan kita mengetahui koordinatnya. Jadi, teman kita pasti bisa menemukan komet yang kita maksud. Continue Reading »

Koreksi Arah Mata Angin Untuk KompasSaya baru saja menyelesaikan perhitungan koreksi arah mata angin, tetapi masih dengan cara yang sederhana. Pertama-tama, saya melakukan penentuan arah timur-barat dengan metode bayangan. Saya menyediakan sebuah botol [sebenarnya yang bagus adalah tongkat yang ditancapkan di atas tanah dengan posisi tegak lurus, tapi saya tidak/belum bisa melakukannya. Sementara begini saja dulu :) ] dan saya letakkan di atas bidang datar. Kemudian saya beri tanda pada bagian ujung dari bayangannya. Waktu itu saya melakukannya sekitar pukul 11.30. Lalu hal yang sma saya lakukan setelah pukul 12.30. Kedua tanda yang sudah saya buat kemudian saya hubungkan. Jadilah arah timur-barat. Continue Reading »

Saya menemukan sebuah artikel yang membuktikan bahwa Bumi itu bergerak, - dalam hal ini Bumi tidak diputari oleh planet lain - yaitu kenampakan planet Saturnus di langit malam bumi dari tahun 2005/08 sampai 2008/09. Silakan lihat citra dari APOD di halaman Three Years of Saturn.Gerak retrogade planet ini membuktikan bahwa Bumi tidak diam dan tidak dikelilingi oleh saturnus. Gerak retrogade itu sendiri adalah perubahan posisi planet di langit relatif terhadap bintang latar belakang dengan lintasan yang menuju ke arah berlawanan.

Gerak retrogade itu terjadi karena Bumi mendahului Saturnus ketika bergerak dalam orbitnya masing-masing. Bumi yang lebih dekat dengan matahari mengorbit lebih cepat dari pada Saturnus yang berada jauh dari matahari. Dalam citra APOD itu, Saturnus “bergerak” dari kiri gambar menuju kanan, kemudian di satu titik bergerak ke arah kanan gambar, dan kembali ke kiri. Hal ini terjadi sebanyak tiga kali. Apakah hal ini mempengaruhi teori geosentris dan heliosentris?Dahulu, teori geosentris menyebutkan bahwa semua objek langit mengitari bumi. Dengan adanya gerak retrogade ini teori geosentris menjadi semakin lemah karena dari planet Mars hingga Neptunus menunjukkan hal yang sama. Sedangkan sebaliknya terjadi pada teori heliosentris, karena gerak retrogade menunjukkan bahwa bumi bergerak memutari matahari (mengorbit).

Namun tetap saja, kedua teori ini tidak bisa saling meruntuhkan. Untuk pertimbangan lain tentang geo vs heliosentris, coba lihat artikel dari langitselatan.com

Older Posts »