Saya menemukan sebuah artikel yang membuktikan bahwa Bumi itu bergerak, – dalam hal ini Bumi tidak diputari oleh planet lain – yaitu kenampakan planet Saturnus di langit malam bumi dari tahun 2005/08 sampai 2008/09. Silakan lihat citra dari APOD di halaman Three Years of Saturn.
Geo atau helio – sentris?
2007.05.24 by Hanief Trihantoro
Posted in Matahari, Pengamatan, Planet, Tata Surya | 28 Comments
28 Responses
Comments are closed.
Komentar …
Tinggalkan komentar Anda pada halaman Tentang Situs & Penyusun. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar astronomi, silakan tanyakan di halaman Tanya Jawab-
Statistik
- 45,688 Pengunjung
-
Artikel Populer
-
Artikel Terbaru
Dunia Astronomi- Mengenal Bulan Lebih Dekat
- Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009
- Mengukur Jarak Bintang Dengan Paralaks
- 100 Hours of Astronomy
- Galaksi Bimasakti
- Gerhana Bulan Penumbra 9 Februari 2009
- Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009
- IYA2009, Tahun 2009 Sebagai Tahun Astronomi Internasional
- Gerhana Bulan Sebagian 17 Agustus 2008
- Mengamati Planet Di Malam Hari
Kategori
-
Komentar Terbaru
Andi Asep Ridho on Tentang Situs & Penyu… Andi Bukhari on Geo atau helio – se… hanief on Tanya-Jawab gauss on Geo atau helio – se… indra birahi on Gerhana Matahari Cincin 26 Jan… Meta
-
Pranala Populer
Fase Bulan Saat Ini
Kata Kunci
Hanief Di Twitter
- pikir susahnya memulai sesuatu, tapi kalau sudah mulai, semuanya jadi gampaaaaang . . . jadi, mari kita mulai ... http://plurk.com/p/2jtj9m 1 week ago
- sedang break ishomamashois http://plurk.com/p/2iowg0 1 week ago
- sedang ngenet doeloe sebeloem tjoeap-tjoeap http://plurk.com/p/2i2qsr 1 week ago
- benci mouse ini, klik sekali dapet dua. jadi dibanned lagi dari komen di fb . . . =)) http://plurk.com/p/2hx03k 1 week ago
- sedang nyari rumah kontrakan di sekitar undip tembalang http://plurk.com/p/2hw55v 1 week ago
-
Hanief di Flickr


More Photos -
Spam Ditolak

Sejarah sains menunjukkan bahwa kita tidak pernah bisa menemukan kebenaran mutlak, kita hanya bisa mendekatinya (kadang bisa salah, kadang bisa benar dalam menginterpretasinya). Karena itu sebuah teori dalam sains tidak pernah runtuh. Ini juga yang membuat sains membedakan dirinya dari dogma, bahwa sains itu harus dinamis.
Teori heliosentris saat ini tengah menjulang tinggi, sementara teori geosentris cenderung statis dan tidak terurus. Tetapi bukan berarti teori geosentris runtuh. Geosentris hanya tampak lebih kerdil karena data-data yang kita peroleh hingga saat ini lebih condong ke teori heliosentris. Bagaimana kalau ilmu pengetahuan abad “perang bintang” menemukan bukti yang mendukung teori geosentris, coba?
20 abad lamanya kita menganut teori geosentris, tetapi bukan berarti pada selang masa tersebut teori heliosentris runtuh, teori heliosentris hanya kurang diminati karena kurang didukungan oleh data.
Coba baca-baca tentang filsafat sains deh..
oh, begitu yach, sepertinya masalah pembuktian teori ini tidak secara otomatis meruntuhkan teori yang berlawanan ya? berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya. jadi penasaran, sampai kapan teori [yang manapun] benar-benar bisa terbukti dan meruntuhkan teori lainnya … atau tidak akan?
menyebut tentang filasafat sains, saya merasa belum banyak mempelajarinya, jadi masih asing. saya cari dulu … . ada rekomendasi bacaan mungkin?
trima kasih sesudah dan sebelumnya…
tampaknya bung anton ini aktif sekali di komentar weblog ini
. mohon bimbingannya…
Ah.. sebal aku Pin! Kemaren dah kasih komen, eh, ga muncul. Ya udah, tak ulangi..
Menjawab pertanyaan:
“sampai kapan teori [yang manapun] benar-benar bisa terbukti dan meruntuhkan teori lainnya … atau tidak akan?”
Maka jawabannya adalah tidak akan pernah bisa sains itu mengklaim sesuatu sebagai kebenaran mutlak. Soalnya itu bukan otoritas sains. Jadi, “susah” mau menemukan kebenaran mutlak lewat sains.. Soalnya segala yang ada dalam sains bersifat sementara, mungkin menunggu waktu untuk “digugurkan”.
Hmm.. coba baca pemikiran Popper, Godel, Whitehead. Dan bandingkan dengan Positivisme abad ke-19 (hingga abad ke-20).
Kenapa sering komentar? Yah namanya juga “blogwalking”.. kumaha..
Ini ngomongin planet atau filsafat?
Saya tidak percaya dengan heliosentris karena ada beberapa keganjilan di dalamnya sebagai berikut:
1. Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik maka naikkan saja helikopter 100 m dari tanah dalam posisi diam di tempat (standby). Dalam waktu sepuluh menit helikopter akan melewati beberapa kota tanpa gerakan maju atau mundur. Apakah itu terjadi? Ternyata tidak. Helikopter tetap dalam posisi semula tanpa bergeser sedikit pun. Itu artinya bumi diam atau tidak berotasi. Geosentrislah yang benar.
2. Orang heliosentris berpendapat tidak hanya bumi tetapi atmosfer bumi juga ikut berotasi. Kalau memang benar atmosfer ikut bergerak bersama bumi dari barat ke timur, mengapa burung, nyamuk, kupu-kupu dan belalang bisa terbang dari timur ke barat, dari selatan ke utara dan dari arah mana saja? Mana mungkin hewan sekecil itu bisa melawan kecepatan atmosfer 30km/detik?
3. Kalau memang benar bumi berotasi dari barat ke timur maka aliran air yang berada di dalam atau di permukaan bumi juga mengalir dari barat ke timur. Sebagai contoh ambillah sebuah ember yang diisi air, tanah atau pasir. Lalu kita putar dari barat ke timur maka segala isi ember juga ikut berputar dari barat ke timur. Sekarang kita lihat apakah semua aliran sungai, laut, waduk mengalir dari barat ke timur? Ternyata tidak. Aliran air terjadi karena perbedaan elevasi dan tiupan angin, bukan karena rotasi bumi.
Jadi kita bisa simpulkan GEOSENTRIS LEBIH MASUK AKAL DARIPADA HELIOSENTRIS.
@Budi: Anda melupakan satu hal: gravitasi. Tapi jika gravitasi tak cukup masuk akal buat anda, coba anda naik kereta api yg kecepatannya tetap, lalu jatuhkan sebuah bola pingpong dari tangan anda. Kalau pakai logika anda, harusnya bola jatuh tidak mengikuti garis lurus, melainkan bergeser berlawanan arah kereta. Tapi faktanya tidak seperti itu. Silakan coba sendiri.
BTW, pendapat anda itu udah lama dibantah Galileo.
> budi p w
kecepatan rotasi bumi itu…
keliling bumi / periode rotasi = 2*pi*radius bumi (km) dibagi 24 (jam) . radius bumi sekitar 6300 km.
jadi kecepatan rotasi = 2*pi*6300 dibagi 24 (km/jam), yaitu sekitar 1650 km/jam.
kalo 30 km/detik itu 1800 km/jam ya? dapatnya dari mana sih?
kemudian ada lagi, ketika bumi berotasi, bukan hanya tanahnya saja yang bergerak, tapi udara/atmosfernya juga. justru karena atmosfer ikut bergerak bersama rotasi bumi, burung terbang tidak melawan udara yang bergerak dengan kecepatan 1650 km/j itu.
coba dibayangkan, ketika kita naik kereta ac, mobil/bus ac, pesawat terbang, atau kendaraan apapun yang tertutup, apakah di dalam kendaraan ada udara yang bergerak akibat kendaraan kita bergerak? tentu tidak ada! karena udara tersebut ikut bergerak bersama kita (yang berada di dalam kendaraan yang bergerak), sehingga udara tersebut diam relatif terhadap kita.
kalau ada (dan seperti pendapat pak budi), maka walaupun semua jendela di kendaraan sudah ditutup akan ada angin yang menerpa kita (dari mana asalnya coba?)
kalau atmosfer tidak ikut bergerak, tamatlah kita. manusia tidak akan sampai pada tahap evolusinya sekarang. blog ini tidak ada, komentar anda tidak ada, karena internet juga tidak ada.
yang ketiga,
seperti anda katakan, aliran air tidak ada kaitannya dengan rotasi bumi. yang mempengaruhi aliran air adalah perbedaan ketinggian!
Manakah yang betul GEOSENTRIS atau HELIOSENTRIS ?
Misalkan kita duduk di belakang mobil pick up yang melaju di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 20 meter.
Dimana bola tenis akan jatuh? Tentu di jalan tol bukan di mobil pick up.
Sekarang kita berdiri di sebelah gedung dengan jarak 2 meter. Kita lempar bola tenis ke atas lurus kira-kira 20 meter.
Dimana bola tenis akan jatuh? Tentu di posisi kita melempar bola tenis.
Kalau memang benar bumi berevolusi dengan kecepatan 30 km/detik tentu bola tenis akan dihantam oleh gedung. Karena 30 km/detik jauh lebih kencang atau 1.000 kali lebih cepat dari 100 km/jam.
Kenyataannya? Tidak terjadi karena BUMI DIAM alias tidak berotasi.
KESIMPULAN :
GEOSENTRIS LEBIH BISA DITERIMA AKAL SEHAT DARIPADA HELIOSENTRIS
kalo di bak mobil pick-up, bola akan jatuh di belakang mobil karena hambatan udara yang mengenai bola akan mengurangi lajunya. tapi kalau dilakukan di dalam kabin mobil misalnya, tidak akan jatuh jauh dari tempat awalnya/dilempar, karena hambatan udaranya kecil.
kita melempar bola yang tidak menghantam gedung karena udara tidak bergerak relatif terhadap permukaan tanah. jadi, walaupun bumi berotasi, tidak akan ada pengaruhnya pada bola tersebut.
seperti kata edwards, ini masalah gravitasi pak budi. bukan bisa diterima akal sehat atau tidak.
@ Budi
Coba jalankan mobil dengan kecepatan 100 km/jam (ingat: kecepatannya tetap, dan tidak kena pengaruh luar seperti angin), lalu jatuhkan sebuah bulu. Bulunya ngikut mobil anda atau terbentur ke kaca belakang?
Pak Budi mempermasalahkan Bumi berrotasi atau tidak. Memang wajar kalau manusia salah kaprah, melihat bintang-bintang lah yang bergerak mengelilingi Bumi, karena manusia ada di permukaan Bumi. Faktanya: Bumi berputar.
Tidak usah susah-susah dengan hitungan fisikanya. Manusia sudah mengirimkan wahana ke angkasa. Wahana Galileo dalam perjalanannya menuju Jupiter merekam rotasi Bumi. Silahkan lihat di web terkenal, Astronomy Picture of the Day:
http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap070514.html
(Klik fotonya lalu simpan file movie-nya).
Bukti lain dari Bumi berrotasi adalah percobaan Gravity Probe-B yang membenarkan terjadinya “frame dragging” di orbit Bumi. Penyebab “frame dragging” adalah rotasi Bumi (sebagaimana yang diprediksi oleh teori medan gravitasi Einstein). Sebagai gerbang menuju percobaan Gravity Probe B silahkan mengunjungi alamat APOD:
http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap040428.html
Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita mau menerima kenyataan ini atau tidak?
@Hanief: Wah, gravitasi dan akal sehat itu berkorelasi lho, jadi jangan dipisah
Yang tak masuk akal kan teorinya orang ini. Kalau saja dia pernah naik pesawat, kenapa pula dia gak heran kok pramugarinya yg cantik bisa santai jalan-jalan nganter makan penumpang? Kecepatan pesawat biasa saja mencapai 2000 km/jam lho. Kuat uy pramugarinya tuh.
Saya juga ingin tahu bagaimana bung Budi ini menjelaskan adanya bulan purnama dan bulan sabit.
>edwards
yah, maksud saya, bukan karena yang dianggap masuk akal oleh pak budi lantas menjadi lebih benar. kan ada argumennya.
dan seperti kata anton, pikiran kita bisa terbuka untuk menerima kemungkinan lain apa tidak? kalo pak budi selama ini lebih mempercayai geosentris, apakah pak budi masih mau menerima adanya kemungkinan bahwa suatu saat heliosentrislah yang lebih kuat buktinya. begitu…
bagaimana pak budi, masih ada pertanyaan lagi?
@Anton: video tersebut masih bisa dibantah teori geosentris dengan adanya aether, yaitu partikel yang mengisi ruang angkasa. Yang berputar mengelilingi bumi -+ 24 jam sekali putaran.
jadi sebenarnya menurut teori geosentris dalam video tersebut yang berputar kameranya yang mengikuti aether, bukannya buminya yang berputar.
terimakasih.
> lek yo
bagaimana bisa video tersebut membuktikan keberadaan aether? video tersebut kan menunjukkan bahwa bumi berputar, bukan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membuat bumi berputar.
saya belum bisa bicara banyak tentang aether karena saya tidak punya banyak pengetahuan tentang itu. tapi kalau membicarakan heliosentris, saya bisa. sebagaimana judul artikel di atas
@Lek yo
Pertanyaannya, aether itu sendiri ada atau tidak?
Buktinya apa kalau ada?
here we go again…
cape dee
tgasnya bikin ribeeeeettt……………………..
pusiiii….ng………………
tugasnya bikin ribeeeeeeetttt…………………….
Menurut saya, yang benar adalah teori geosentris. Mengapa? coba kita perhatikan saat kita naik pesawat. Kecepatan pesawat adalah 200 km/jam, berarti sekitar 3,34 km/menit, selisihnya sekitar 24,16 km/menit dengan rotasi bumi. Kalau pesawat kita bergerak kearah timur pada malam hari, berarti menuju matahari terbit, seharusnya kita akan mengalami pagi yang lebih cepat. Nyatanya, tak ada perubahan sama sekali! ini menunjukkan bahwa bumi itu dikelilingi oleh planet lain, atau yang lebih tenar dengan istilah geosentris!!
Kalo kaga salah efek dari bumi masih ada sampai ketinggian 800 km. Jadi kalau masih dibawah ketinggian itu jangan harap benda yang melayang atau pesawat terbang bisa terkena dampak efek rotasi bumi.
Atau dalam bahasa kerennya masih dalam orbit bumi.
geosentris atau heliosentris?
hmmm… kalau misalkan kita mengetahui sejarah penemuan kedua teori itu, apakah keyakinan terhadap salah satu teori bisa berubah? mungkin.
nantikan saja artikel saya tentang sejarah munculnya teori geosentris dan heliosentris!
Kalau yang benar adalah teori heliosentris, bagaimana dengan pesawat ulang-alik yang menuju bulan? padahal jarak antara bumi dengan bulan sekitar 384401 km. Otomatis waktu yang dibutuhkan oleh pesawat tersebut sangat lama. Kata orang-orang heliosentris, kecepatan revolusi bumi sekitar 107.275 kilometer per jam, bisa dibayangkan pesawat tersebut akan ketinggalan dari bulan sebelum sampai pada bulan, kan bulan berevolusi pada bumi. Ini bisa menggugurkan teori heliosentris!! ataukah pesawat luar angkasa hanyalah bohongan belaka? kalau kita mempercayai revolusi bumi, berarti heliosentris, sangat tidak mungkin pesawat tersebut bisa sampai ke bulan. Jadi yang benar adalah teori geosentris!!
Gimana??
Bulan mengelilingi bumi
Bumi mengelilingi matahari
Bulan dan bumi bareng-bareng mengelilingi matahari
Begitu konsepnya kalo pake heliosentris. Intinya adalah pada GRAVITASI. Massa bumi dan massa bulan membuat keduanya saling berinteraksi. Lalu libatkan pula Matahari, massa matahari, bulan, bumi membuat ketiganya saling berinteraksi sedemikian rupa. Anda bisa tambahkan massa semua planet kalau mau.
Lalu kenapa pula si pesawat harus ketinggalan? Logika anda aneh. Belajar Mekanika dulu deh …
Buat Mas Budi, Jika kita menjatuhkan benda saat berada di dalam kereta api yang bergerak konstan sudah barang tentu lintasannya akan lurus ke bawah donk. kita dan benda yang kita pegang diam relatif. Nah kalau yang megamati ada di luar kereta tentu lain ceritanya, lintasan benda benda akan berupa parabola, hasil dari percepatan gravitasi ke bawah dan gerak lurus beraturan kereta.
Jika teori tak terbukti secara praktek maka teori itu mengalami kegagalan dan harus diperbaiki. Seorang yang bijaksana adalah seorang yang menunjukkan bahwa suatu teori dapat diterima kebenarannya dengan fakta/praktek. Heliosentris belum terbukti. Jika memang NASA pernah melakukan pendaratan dan perjalanan ke luar angkasa, mengapa NASA tidak mengambil foto ROTASI dan REVOLUSI bumi ? Hal yang perlu dikaji ulang dan diterima adalah teori Geosentris karena selain ketetapan ALLAH teori Geosentris terbukti nyata dikehidupan kita. Ingat jangan fanatik buta jika ingin menjadi seorang ilmuan maka buktikanlah. InsyaALLAH Geosentri yang benar. Amin.