Koreksi Arah Mata Angin
24 May 2007 by Hanief Trihantoro
Saya baru saja menyelesaikan perhitungan koreksi arah mata angin, tetapi masih dengan cara yang sederhana. Pertama-tama, saya melakukan penentuan arah timur-barat dengan metode bayangan. Saya menyediakan sebuah botol [sebenarnya yang bagus adalah tongkat yang ditancapkan di atas tanah dengan posisi tegak lurus, tapi saya tidak/belum bisa melakukannya. Sementara begini saja dulu
] dan saya letakkan di atas bidang datar. Kemudian saya beri tanda pada bagian ujung dari bayangannya. Waktu itu saya melakukannya sekitar pukul 11.30. Lalu hal yang sma saya lakukan setelah pukul 12.30. Kedua tanda yang sudah saya buat kemudian saya hubungkan. Jadilah arah timur-barat.
Dari garis yang sudah saya buat itu, saya tarik tegaklurus untuk menentukan arah utara-selatan. Empat arah mata angin itu kemudian saya bandingkan dengan mata angin yang ditentukan dari kompas yang saya miliki. Saya pindahkan kedua set arah mata angin tersebut ke selembar kertas, lalu saya hitung sudutnya dengan busur derajat. Hasilnya? Terdapat perbedaan 4 derajat antara keduanya.
Nilai ini sebenarnya membuat saya terkejut, karena saya mengharapkan sudut sebesar 1 derajat saja. Nilai perbandingan itu saya dapatkan dari sebuah website yang menghitung berapa besar perbedaan arah mata angin antara kompas dengan kutub utara-selatan bumi. Dasar perhitungannya adalah medan magnetik bumi di lokasi tertentu, dalam hal ini Indonesia [Semarang]. Saya lupa website-nya apa, nanti saya cari lagi.
Dari percobaan yang sudah saya lakukan, tentu saja faktor kesalahannya masih terlalu besar. masih banyak yang bisa diperbaiki untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Ini tantangan bukan hanya untuk saya saja, tetapi untuk pembaca juga. Bagaimana?

ini ya websitenya ?
http://www.geo-orbit.org/sizeimgs/magorientr.gif
http://www.geolab.nrcan.gc.ca/geomag/apps/mdcal_e.php?Year=2007&Month=5&Day=30&Lat=6&Min=58&LatSign=-1&Long=110&Min2=25&LongSign=1&Submit=Calculate+magnetic+declination&CityIndex=0
hmmm … bukan sih sebenernya. tapi toh sepertinya sama aja isinya, jadi ndak masalah.
setelah saya cari lagi, web yang saya maksud adalah
http://www.ngdc.noaa.gov/seg/geomag/jsp/Declination.jsp
kalo gambar di atas saya ambil dari wiki
http://en.wikipedia.org/wiki/Image:IGRF_2000_magnetic_declination.gif
trims ya jeff.
oya, webmu kutaut dari sini ya … .
Atur-atur lah …
Sama2 Pin, sori telat balesnya hehehe
btw, aku taut juga ya di situsku :).
Seandainya matahari tidak tepat di atas equator, apakah metode penetuan arah mata angin di atas masih akurat ?
justru itu PB, penentuan di atas tidak memerlukan matahari berada di atas ekuator
Mas Hanief menulis:
…Waktu itu saya melakukannya sekitar pukul 11.30. Lalu hal yang sma saya lakukan setelah pukul 12.30. Kedua tanda yang sudah saya buat kemudian saya hubungkan. Jadilah arah timur-barat.
…
Koreksi Mas:
Kita jangan melupakan Equation of Time, yaitu waktu SEBENARNYA bumi mengelilingi matahari (Bukan waktu RATA-RATAnya).
Sayang tulisan di atas tidak mencantumkan hari percobaan. Tetapi gapapa, saya anggap pertengahan Mei sebelum posting ok?
Rata-rata tengah hari di semarang adalah pukul 11.39 WIB, tetapi karena kecepatan matahari berubah-ubah, pada pertengahan Mei (15 Mei?) waktu transitnya adalah pukul 11.35 WIB.
Jadi bayangan kedua seharusnya dicatat mas Hanief pada pukul 11.40 WIB.(bukan jam 12.30 WIB)
Jam 12.30 WIB sudah pasti bayangannya makin panjang ke arah tenggara. Garis yang dibuat mas Hanief jadi serong.
Yang perlu diingat bahwa setiap hari waktu transit matahari selalu berubah.
Ada cara lain penentuan timur barat dengan mengamati jalur ekliptika:
Kira-kira Tgl 1 Maret dan 11 Oktober, bayangan matahari sepanjang hari itu menunjukkan arah timur dan barat (khusus untuk Semarang/ Daerah lintang 7 LS).
Mohon koreksi kembali bila tulisan ini salah.
Lebih lanjut tentang Equation of Time baca di:
nafanakhun.wordpress.com
Genghis Khun
nafanakhun.wordpress.com