Arah Kiblat Benar Berdasarkan Matahari
14 June 2007 by Hanief Trihantoro
Sekali lagi percobaan sudah saya lakukan. Kali ini, dari arah barat benar [bukan arah barat kompas] saya hitung berapa besar sudut ke arah kiblat, yang ditentukan dari bayangan matahari pada hari Senin tanggal 28 Mei 2007 sekitar pukul 16.18 WIB.
Dengan metode sederhana, dan masih memerlukan koreksi yang lebih banyak agar hasilnya lebih akurat, saya peroleh bahwa arah kiblat itu berjarak 10 derajat dari barat ke arah utara.
Padahal kalau dilihat dari http://www.qiblalocator.com/ , arah kiblat di Semarang itu sekitar 30 derajat ke utara dari arah barat .
Dengan begini, tanggal 16 Juli jam 4.27 sore percobaan itu akan saya lakukan lagi. Semoga saja saya bisa melakukannya dengan ketelitian yang lebih baik.

Linknya bagus tuh.. tak coba dulu ya.. :P.
Bagaimana kalau kamu lakukan penelitian mengenai arah kiblat untuk seluruh wilayah Indonesia? Metodanya, coba kamu bikin bangun persegi panjang wilayah Indonesia, dengan mengambil batas-batas geografis wilayah Indonesia, lalu kamu teliti berapa saja sudut yang dibentuk oleh pojokan bidang pesegi panjang Indonesia.
Sebelumnya kamu harus yakin dulu apakah proyesi datar peta Bumi yang dibuat oleh situs ini mempertimbangkan faktor geodesik? kalu ternyata hanya proyeksi bidang datar biasa saja, maka kamu harus melakukan bebeapa koreksi.
Aku, secara sekilas menggunakan situs ini, menemukan untuk daerah Indonesia memiliki variasi arah kiblat 290 hingga 295. Bukan perbedaaan yang besar untuk keperluan praktis (seberapa presisikah kita menggelar sajadah ketika shalat? Rasanya perbedaaan 10 derajat atau lebih besar seing terjadi
).
OK, selamat “ngitung” kalau gitu :P.
emang gimana sih cara nentuinnya..
Cara nentuinnya? Yang mana nih, yang ditulis Anton ato aku? Trus nentuin apanya?
Kalo untuk nentuin kiblatnya, ya menggunakan bayangan matahari pada dua waktu yang saya sebutin di atas. Tongkat tegaklurus yang diberdirikan akan memberikan bayangan sedemikian rupa hingga bayangan ujung tongkat ada di timur, bayangan pangkal tongkat ada di kiblat.
Jadi kalo mau pake arah kiblat yang benar, sejajarkan arah shalat dengan bayangan tongkat. Begitu.
Kalau mau lebih jelas, bisa kunjungi blog Mutoha di Tautan Astronomi di sebelah…
mau tanya ajah, soalnya penasaran_
Venus sebagai bintang senja kan berada di Barat tuh, itu bisa dipakai acuan sebagai arah kiblat nggak?
dan, berapa derajat sih jauhnya dari Barat sebenarnya?
kalo metode yang sama dengan menggunakan matahari, venus tidak bisa dipakai. karena prinsip yang digunakan di sini adalah adanya sebuah benda langit yang terletak persis di atas (zenith) ka’bah pada suatu waktu tertentu, kemudian dari posisi kita, jika kita dapat mengamati benda yang sama, kita akan mengetahui arah ka’bah/kiblat.
kalo venus, karena dia tergolong planet dalam (orbitnya terletak di antara orbit bumi dan matahari), maka venus tidak akan bisa kita lihat berada dalam posisi tepat di atas kepala kita (zenith) ataupun ka’bah.
kalo arah kiblat sebenarnya, sebenarnya saya sudah tuliskan, bahwa saya sendiri tidak bisa memberikan nilai yang cukup akurat. saran saya, Anda bisa buka link yang ada di artikel di atas (qiblalocator). Atau kalau mau tahu hasilnya, mungkin bisa lihat artikel yang dimiliki oleh Mutoha dari link di samping.