Koreksi Arah Kiblat dengan Bayangan Matahari
15 July 2007 by Hanief Trihantoro
Pada tanggal 16 Juli 2007 pukul 16.27 WIB, matahari akan berada tepat di atas Ka’bah. Peristiwa ini dapat dimanfaatkan untuk mengoreksi arah kiblat, karena bayangan yang dibentuk oleh benda yang berdiri tegak lurus dengan bumi pada waktu tersebut akan menunjukkan arah Ka’bah.
Caranya, tegakkan sebuah tongkat yang cukup panjang dan letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari di sore hari. Pada waktu yang disebutkan di atas, tandai garis yang dibentuk oleh bayangan tongkat. Arah kiblat adalah arah yang dituju dari bayangan tongkat bagian ujung ke bayangan bagian pangkal.
Lalu bagaimana melakukan koreksi untuk tempat lain? Caranya adalah dengan menggunakan kompas. Dari bayangan yang diperoleh, gambarkan garis panjang sesuai jatuhnya bayangan pada selembar kertas. Kemudian pada kertas yang sama, gambarkan arah mata angin yang ditunjukkan oleh kompas. Kertas yang sudah digambari arah kiblat dan arah mata angin dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat di tempat lain, dengan langkah yang berkebalikan. Letakkan kertas di tempat yang diinginkan, kemudian di atasnya diletakkan kompas. Kemudian posisi kertas disesuaikan dengan arah mata angin yang ditunjuk kompas sedemikian sehingga arah mata angin di kertas sama dengan yang di kompas. Arah kiblat di kertas kemudian dapat “dipindahkan” ke tempat yang diinginkan tersebut.
Peristiwa ini terjadi sebagai akibat dari gerak semu matahari yang berkelana dari khatulistiwa, kemudian bergerak hingga 23,5 derajat Lintang Utara bumi, kembali lagi ke khatulistiwa, kemudian ke 23,5 derajat Lintang Selatan, dan akhirnya kembali lagi ke khatulistiwa. Ka’bah terletak pada, karenanya matahari akan melintasi titik yang sama itu sebanyak dua kali setahun. Yang pertama adalah 28 Mei pukul 16.18 WIB dan yang kedua adalah 16 Juli pukul 16.27. Toleransi untuk waktu peristiwa ini kira-kira adalah 15 - 17 Juli 2007 pada pukul 16.22 - 16.32 WIB.
Untuk artikel lainnya, bisa kunjungi blog Mutoha di halaman ini.
Jadi manfaatkan kesempatan koreksi kiblat yang terakhir untuk tahun ini.


oy oy…luar biasa! Ilmu banget nih…
salut….
salam kenal yak
[ddy]
ah kaw, ded.
macam-macam aja, apa maksut “ilmu banget” ?
but trims ya ded.
[kian]
salam kenal juga kian.
terima kasih kunjungannya. jangan sungkan buat tanya-tanya yach dan sering-sering mampir
Pak Moedji masih sering tuh tiap tanggal-tanggal tertentu nyoret-nyoret halaman Himastron buat nandain arah kiblat
Sayang mahasiswa jaman sekarang gak perhatian. Bantuin beliau kek, huh…
Gambarnya kecil sekali ^ ^,, btw temen2 saya yang saya kabarin soal koreksi arah kiblat ini malah cuek2 aja tuwh.. hu3.. mereka bilang “gak harus koq..tuhan kan dimana2 .. gak cuma di ka’bah”..hmm~ jawaban yang agak bikin jengkel ..
ah, besar kok gambarnya. diklik aja supaya bisa melihat langsung.
ya, namanya juga manusia, responnya terhadap suatu hal pasti berbeda-beda. selanjutnya tergantung kita memberikan respon dari respon mereka itu, harus lebih bijak…
Assalamualaikum…thnks for your information.btw ini gambar bagus banget untuk pelajaran tambahan mengenal arah kiblat kemana sebenarnya.thnk’s yah atas informasinya.
klo ada informasi yang terbarunya jangan lupa di posting secepatnya yah ..
wassalam
oke, Crus_Arrived. saya akan berusaha posting lebih banyak lagi . . .
Asslm. .
Wah sip bnget tuh. . Info? I like it
Tambahan buat mas Hanief:
1. Perkiraan arah kiblat dengan bayangan matahari tidak hanya pada tanggal 16 Juli 2007 pukul 16.27 WIB dan 28 Mei pukul 16.18 WIB.Tetapi bisa dilakukan tiap hari.
2. Cara Kompas diatas masih ada kekurangannya mas,belum dikoreksi VARIASI.
Lebih jelasnya bisa dibaca di:
http://nafanakhun.wordpress.com
Trims
Genghis Khun
memang untuk koreksi kompasnya tidak saya sebutkan, karena sebenarnya sudah saya tulis artikelnya juga, di
sini.
dan setahu saya, koreksi magnetik kompas di daerah indonesia itu “hanya” 1 derajat saja…
terima kasih komentarnya
Wah, saya udah nyoba nih, pake cara ini. Trus dapat arah kiblat, di 293-295 (utara = 000; barat = 270)..
Itu saya pakai kompas yang 360 derajat.
Bener nggak, Mas?